Kimia Medisinal 7

Link youtube materi pertemuan ketujuh, "Hubungan Stereokimua Dengan Aktivitas Biologis Obat"


Stereokimia merupakan salah satu gaktor penting dalam aktivitas biologis obat.

Aktivitas obat tergantung pada 3 faktor struktur yang penting, yaitu :

1. Stereokimia molekul obat

2. Jarak antar atom atau gugus

3. Distribusi elektronik dan konfigurasi molekul

Aktivitas farmakologis dari beberapa stereoisomer disebabkan oleh :

1. Perbedaan dalam distribusi isomer dalam tubuh

2. Perbedaan dalam sifat-sifat interaksi obat reseptor

3. Perbedaan dalam adsorbsi isomer pada permukaan reseptor yang sesuai.

Sebagian besar obat yang termasuk golongan farmakologis sama, pada umumnya mempunyai gambaran struktur tertentu. Gambaran struktur ini disebabkan oleh orientasi gugus-gugus fungsional dalam ruang dan pola yang sama

https://youtu.be/QQzP_Wswszc

Komentar

  1. Berdasarkan video dijelaskan bahwa gambaran sterik dikenal berbagai macam struktur isometri antara lain adalah isomer geometrik , isomer konformasi, diastereoisometri dan isomer optik . Adapun bentuk bentuk isomer tersebut dapat mempengaruhi aktivitas biologis obat . Bagaimana bentuk-bentuk isomer tersebut sehingga dapat mempengaruhi aktivitas biologis obat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Contoh pada isomer geometrik dan aktivitas biologis. Isomer geometri atau isomer cis trans adalah isomer yang disebabkan adanya atom-atom atau gugus-gugus yang terikat secara langsung pada suatu ikatan rangkap atau dalam suatu sistem alisiklik. Ikatan rangkap dan sistem alisiklik membatasi gerakan atom dalam mencapai kedudukan yang stabil sehingga terbentuk isomer cis-trans dan isomer cis-trans cenderung menahan gugus-gugus dalam molekul pada ruang yang relatif berbeda dan perbedaan letak gugus-gugus tersebut dapat menimbulkan perbedaan kimia fisika. Akibatnya, distribusi isomer dalam media biologis juga berbeda, dan berbeda pada kemampuan isomer untuk interaksi dengan reseptor biologis.

      Hapus
  2. Pada interaksi obat reseptor ada dua nilai yang penting yaitu distribusi muatan elektronik dalam obat dan reseptor, serta bentuk konformasi obat dan reseptor. Oleh karena itu aktivitas obat tergantung pada tiga faktor struktur yang telah disebutkan anda. Pertanyaannya jelaskan mengapa dua nilai itu sangat penting?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Reseptor adalah molekul protein yang secara normal diaktivasi oleh
      transmitor atau hormon. Saat ini banyak reseptor yang telah banyak diklon dan diketahui urutan asam aminonya. Reseptor obat adalah suatu makromolekul dapat berupa lipoprotein, asam nukleat yang jelas dan spesifik terdapat dalam jaringan
      sel hidup, mengandung gugus-gugus fungsional atau atom-atom terorganisasi. Mekanisme kerja obat terjadi baik secara agonis maupun antagonis, dimana obat yang bekerja melalui ikatan reseptor akan menghasilkan atau menghambat respon. Mekanisme kerja obat secara agonis menganut sistem lock and key yang artinya reseptor sebagai komplemen atau gembok (lock) tepat dari struktur ruang yang akan ditempati oleh zat obat yang bersangkutan yang disebut anak kunci (key). Sedangkan, mekanisme kerja obat secara antagonis mampu menduki reseptor bersangkutan kemudian memblokir aktivitas hormon tersebut.

      Hapus
  3. Berdasarkan video dikatakan bahwa pada modifikasi isosterisme tidak ada hukum yang secara umum dapat memperkirakan apakah akan terjadi peningkatan tau penurunan aktivitas biologis. Meskipun demikian isosterisme masih layak dipertimbangkan sebagai dasar rancangan obat dan modifikasi molekul dalam rangka menentukan obat baru. Jelaskan mengapa demikian?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Istilah isosterisme telah digunakan secara luas untuk menggambarkan seleksi dari bagian struktur yang karena karakteristik sterik, elektronik dan sifat kelarutannya, memungkinkan untuk saling dipergantikan pada modifikasi struktur molekul obat.
      Langmuir (1919) mencoba mencari hubungan yang dapat menjelaskan adanya persamaan. Siafa fisik dari molekul yang bukan isomer, dan memberikan batasan bahwa isosteris adalah senyawa-senyawa, kelompok atom-atom, radikal atau molekul yang mempunyai jumlah dan pengaturan elektron yang sama, bersifat isoelektrik dan mempunyai kemiripan sifat-sifat fisik.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kimia Medisinal 14

Kimia Medisinal 3